Apa Itu Bipolar Tipe 2?


Gangguan bipolar tipe 2 melibatkan periode depresi dan periode suasana hati yang meningkat, atau dikenal dengan istilah hypomania (mania yang bersifat lebih ringan dan tidak terlalu ekstrim). Semua bentuk gangguan bipolar melibatkan perubahan suasana hati dan level energi dan aktivitas. Dalam kasus hipomania akibat bipolar tipe 2, penderita akan merasa sangat bersemangat, baik secara mental maupun fisik, dan mudah marah. Kondisi ini berbeda dengan bipolar tipe 1, yang mana menyebabkan mania. Para ahli memperkenalkan istilah gangguan bipolar tipe 2 pada tahun 1994 untuk membantu dokter mendeskripsikan dan merawat kondisi tersebut dengan lebih efektif.

Gejala bipolar tipe 2

Gangguan bipolar tipe 2 dikarakterisasikan dengan adanya periode hypomania yang diikuti dengan episode depresif. Akan tetapi, durasi dan tingkat keparahan episode tersebut (serta tingkat gejala) bervariasi dari satu orang ke orang lain. Hypomania biasanya bertahan beberapa hari dan dapat melibatkan beberapa gejala seperti memiliki lebih banyak energi dan tingkat kepercayaan diri, merasa lebih kreatif, merasa ramah dan aktif secara seksual, memiliki pikiran dan tindakan yang lebih cepat, lebih mudah bingung, lekas marah, berbicara dengan lebih cepat dan banyak daripada biasanya, memiliki perilaku yang berisiko, minum lebih banyak kopi atau alkohol, dan merokok dalam jumlah yang lebih banyak.

Orang-orang dengan hypomania akan merasa lebih baik dan dapat berfungsi dengan benar, namun orang lain akan memperhatikan bahwa perilaku mereka tidak biasa. Setelah merasa lebih baik, ada risiko episode depresif akan datang. Contoh gejala terjadinya episode depresif di antaranya adalah merasa sedih dan tidak bermanfaat, memiliki motivasi yang rendah, hilangnya ketertarikan dalam suatu aktivitas tertentu, terlalu banyak atau sedikit tidur, merasa tidak berguna dan penuh rasa bersalah, memiliki kesulitan dalam memusatkan perhatian, turun atau peningkatan berat badan, memiliki tendensi atau pikiran untuk melakukan bunuh diri. Gejala ini biasanya muncul pada awal masa remaja, namun bipolar tipe 2 dapat berkembang pada anak dan lebih sering dijumpai pada remaja.

Dokter tidak tahu secara pasti apa yang menyebabkan gangguan bipolar, namun faktor genetik, faktor lingkungan, dan fitur struktural di otak dapat memainkan peran tertentu. Gangguan bipolar lebih mungkin terjadi pada orang yang memiliki kerabat dekat dengan gangguan serupa. Stres dan kejadian-kejadian traumatis juga dapat memicu kondisi ini pada orang-orang dengan kecenderungan genetik. Menurut Institut Kesehatan Mental Nasional, gejala bipolar tipe 2 dapat muncul pada masa kehamilan atau pasca melahirkan.

Perawatan

Perawatan bipolar tipe 2 biasanya melibatkan kombinasi antara obat dan psikoterapi. Perawatan biasanya bersifat jangka panjang dan berkesinambungan. Apabila seseorang berhenti mendapatkan perawatan, gejala dapat muncul kembali meskipun mereka mengklaim baik-baik saja.

  • Obat. Obat gangguan bipolar tipe 2 terdiri dari penstabil suasana hati, antipsikotik, antidepresan, dan obat-obatan yang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.
  • Psikoterapi dan konseling. Membicarakan hal-hal seputar emosi dan tantangan yang dihadapi seorang penderita bipolar tipe 2 dapat membantu. Tujuan psikoterapi atau konseling adalah untuk membuat strategi untuk mengatasi gejala, mengidentifikasi cara yang efektif dalam meredakan stres, dan mengidentifikasi pemicu dan cara menghindarinya.

Akan butuh cukup banyak waktu untuk mengetahui kombinasi dan dosis obat bipolar tipe 2 yang terbaik. Anda juga perlu melaporkan adanya efek samping apapun setelah minum obat-obatan tertentu. Dokter akan melakukan penyesuaian tersendiri. Edukasi mengenai bipolar tipe 2 juga dapat menjadi salah satu bentuk perawatan tambahan.

Have any Question or Comment?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *