Apa Penyebab Vagina Becek?


Pernahkah Anda mengalami vagina becek? Vagina merupakn selaput lendir, dalam arti kulit dan jaringan sebuah vagina yang sehat akan selalu lembap. Beragam faktor dapat memengaruhi seberapa banyak cairan yang akan vagina produksi. Biasanya, bagian dalam vagina akan sedikit becek. Perubahan-perubahan hormon, tingkat kesuburan, dan tingkat gairah seseorang dapat mengubah warna, konsistensi, dan jumlah cairan vagina seseorang. Saat Anda bergairah, vagina mungkin akan terasa sangat basah  Sementara itu, apabila Anda suda mencapai masa menopause, vagina akan kering. Cairan vagina merupakan jenis cairan yang penting untuk menjaga kesehatan vagina dan membuat aktivitas seksual menjadi lebih nyaman. Akan tetapi, banyak orang merasa khawatir saat mereka memiliki vagina becek. Artikel ini akan menjawab kekhawatiran tersebut.

Penyebab vagina becek

Kebanyakan kasus vagina becek berasal dari dua sumber, kelenjar Bartholin dan serviks. Kelenjar Bartholin adalah 2 kelenjar berukuran kecil yang terletak di dalam vagina. Kelenjar ini membantu pelumasan untuk mencegah vagina menjadi kering. Kelenjar ini juga memproduksi pelembap saat seorang wanita merasa bergairah dan sedang melakukan hubungan seksual. Sementara itu, serviks memproduksi lendir selama siklus menstruasi seseorang. Saat ovulasi semakin dekat, serviks memproduksi lebih banyak cairan. Lendir serviks subur tersebut dapat membantu sperma berjalan menuju telur, sehingga dapat meningkatkan kemungkinan hamil. Beberapa penyebab umum vagina becek adalah:

  • Cairan vagina sehari-hari

Vagina yang normal dan sehat akan selalu lembap. Diperkirakan wanita yang sehat akan memproduksi rata-rata 1 hingga 4 ml cairan vagina setiap harinya. Jumlah keputihan yang dikeluarkan mungkin akan berbeda setiap harinya, dan baik kelenjar Bartholin dan serviks akan memproduksi berbagai cairan yang dapat berubah setiap waktu. Saat masa ovulasi mendekat, seseorang mungkin akan menyadari vagina becek berlebih karena serviks meningkatkan produksi cairan pada masa tersebut.

  • Tingkat kegairahan

Saat seorang wanita merasa gairah seksual, kelenjar Bartholin memproduksi lebih banyak cairan. Cairan ini membantu melumasi vagina saat melakukan aktivitas seksual, mengurangi risiko pergesakan yang menyakitkan dan cidera. Beberapa orang bahkan melaporkan bahwa vagina mereka terlumasi meskipun mereka tidak merasakan gairan saat melakukan hubungan seksual.

Pelumasan tersebut bahkan akan terus terjadi setelah selesai melakukan hubungan seksual atau sudah tidak merasakan gairah. Untuk vagina merasa becek selama 1 hingga 2 jam setelah berhubungan intim merupakan hal yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Saat seorang wanita bertambah usia, ia mungkin akan merasa vagina menjadi semakin kering. Setelah menopause, tubuh memproduksi lebih sedikit estrogen, membuatnya menjadi lebih sulit untuk menjaga vagina terlumasi. Dinding vagina juga berubah menjadi semakin menipis, yang membuat vagina kering menjadi terasa sakit.

  • Perubahan hormon

Kadar estrogen yang lebih tinggi dapat meningkatkan vagina becek dengan membuat kelenjar Bartholin memproduksi lebih banyak cairan. Orang-orang yang sedang menjalani perawatan hormon, seperti mendapatkan terapi penggantian hormon, akan menyadari adanya peningkatan vagina becek. Beberapa orang menggunakan estrogen vagina untuk meningkatkan vagina becek. Namun, metode ini tidak lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan pelumas tradisional.

Banyak orang merasa khawatir dengan kondisi vagina becek. Namun, vagina becek merupakan hal yang lumrah dan normal. Vagina becek adalah tanda kesuburan, membuat aktivitas seksual menjadi lebih nyaman, dan mencegah rasa sakit pada vagina. Apabila Anda masih merasa khawatir, konsultasi dengan dokter terutama apabila ada tanda-tanda atau gejala lain yang berisiko.

Have any Question or Comment?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *