Apakah Hewan Peliharaan Bisa Tularkan Virus Corona?


Pandemi virus corona atau COVID-19 memiliki kemungkinan sangat kecil untuk dapat ditularkan melalui hewan peliharaan seperti kucing dan anjing. Hewan peliharaan – corona menjadi dua hal yang sangat kecil kemungkinannya bisa untuk menyebarkan virus yang menyerang saluran pernapasan ini.

Hal ini tak lepas dari adanya perbedaan antara jenis virus corona pada hewan dan manusia, seperti misalnya virus corona yang menyerang hewan memiliki gejala berbeda dengan virus yang menyerang manusia. Seperti virus corona pada anjing menyerang saluran pencernaan dan pada kucing menyebabkan feline intratonitis.

Hewan Peliharaan – Corona

Virus corona yang menyerang manusia sebelumnya dikenal dengan nama Beta Corona, hingga saat ini terbagi menjadi tiga jenis di antaranya Merscovi, SARS-Cov 1 dan SARS-Cov-2. Sementara yang disebut COVID-19 adalah SARS-Cov 2, untuk lebih tepatnya Alfa corona cirus yang terdapat pada hewan, sementara untuk manusia Beta Corona.

Pada intinya, untuk sementara ini jenis virus corona yang mampu menyerang hewan tidak dapat menginfeksi manusia begitu pula sebaliknya. Meski demikian, untuk mendapatkan hasil yang pasti, para peneliti tetap melakukan penelitian guna memastikan bahwa virus corona yang menginfeksi hewan tidak dapat menyerang manusia.

Salah satu contohnya adalah kasus COVID-19 pada empat ekor anjing di Hong Kong beberapa waktu yang lalu. Kemungkinan penularan ke manusia bisa saja terjadi, namun hingga kini masih dibutuhkan penelitian ke tahap yang lebih lanjut guna mengetahui kepastiannya. Selain itu, fakta-fakta yang ada di lapangan juga bisa menjadi dasar.

Seperti misalnya, pemilik anjing yang terserang COVID-19 di Hong Kong tidak terinfeksi virus tersebut. Kemudian anjing-anjing itu juga tidak menunjukkan gejala apa pun, dalam artian kondisi hewan peliharaan itu baik-baik saja. Hal ini seharusnya membuat pemilik hewan peliharaan tidak perlu khawatir dan risau.

Yang perlu dikhawatirkan adalah keadaan dimana manusia bisa menularkan COVID-19 melalui beberapa perantara secara tidak langsung, seperti bersin dan droplet yang menempel di tubuh dan bisa saja menempel pada hewan kemudian hewan tersebut dipegang manusia lain, ini menjadi kemungkinan yang bisa saja terjadi.

Meski tidak perlu khawatir, para pemilik hewan tetap harus waspada karena kasus hewan yang tertular COVID-19 dari manusia pun jumlahnya masih sedikit. Hewan peliharaan yang positif virus ini terdapat 19 jenis, seperti kucing, harimau dan musang. Beberapa hewan ini mengalami gejala klinis mirip seperti yang dialami manusia.

Terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan sebagai langkah pencegahan pemilik hewan agar tidak terinfeksi virus corona. Beberapa langkah ini juga sangat bisa diterapkan pada saat karantina mandiri di rumah, sehingga baik pemilik maupun hewan peliharaannya tidak perlu keluar rumah, berikut langkah yang harus dilakukan.

  • Tetap berada di rumah bersama hewan peliharaan – corona di masa pandemi.
  • Tetap dan selalu menjaga kebersihan diri maupun lingkungan di dalam rumah.
  • Tetap membatasi kontak dengan hewan peliharaan di rumah.
  • Tetap mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah memegang hewan peliharaan.
  • Tetap menghindari interaksi terlalu dekat dengan hewan peliharaan, hindari interaksi seperti mencium dan dijilat.
  • Tetap menggunakan masker ketika berinteraksi dengan hewan, baik itu di dalam rumah maupun di luar rumah.
  • Tetap kurangi aktivitas di luar rumah, seperti mengajak hewan peliharaan jalan-jalan di lingkungan rumah.
  • Tetap dan sebisa mungkin jauhkan hewan peliharaan dari kontak dengan hewan liar selama pandemi COVID-19 masih berlangsung.

Have any Question or Comment?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *