Hati-Hati, Ternyata Aktivitas Gerakan Berulang Dapat Memicu Cedera


Cedera gerakan berulang (repetitive motion injury) adalah salah satu cedera yang cukup umum terjadi akibat aktivitas dari gerakan berulang yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Cedera ini terjadi akibat gerakan yang dilakukan berulang kali dalam aktivitas sehari-hari yang sederhana, seperti melempar bola, menggosok lantai, atau jogging. Bahkan, ada pula yang mengalami bengkak dipergelangan tangan akibat gerakan menggosok gigi yang monoton. Secara umum, cedera gerakan berulang yang paling umum terjadi adalah tendinitis dan bursitis. Kedua gangguan ini sulit dibedakan dan sering kali terjadi secara bersamaan.



Tendinitis

Tenditis merupakan sebuah cedera yang ditandai dengan adanya peradangan pada tendon (jaringan berserat putih yang menghubungkan otot ke tulang dan membantu gerakan di semua sendi di seluruh tubuh manusia). Bagian tubuh yang paling umum mengalami tendinitis antara lain adalah bahu, bisep, dan siku.

Bursitis

Bursitis merupakan sebuah cedera yang ditandai dengan adanya peradangan pada area bursa (kantung berisi cairan yang berada diantara tendon dan tulang, fungsinya adalah untuk melumasi pergesekan agar tidak mengalami iritasi saat bergerak). Bagian umum yang paling sering mengalami bursitis adalah siku, lutut, dan pinggul.

Penyebab Cedera Gerak Berulang
Gangguan gerakan berulang terjadi akibat adanya robekan mikroskopik di dalam jaringan tubuh. Saat tubuh tidak dapat memperbaiki robekan pada jaringan, akan ada risiko terjadinya peradangan yang mengarah ke sensasi rasa sakit. Berikut ini adalah beberapa penyebab terjadinya cedera gerakan berulang, antara lain:

  • Aktivitas berulang
  • Trauma
  • Endapan kristal (di dalam gout)
  • Gesekan
  • Penyakit sistemik (rheumatoid arthritis, gout)

Gejala Cedera Gerak Berulang

Cedera gerak berulang dapat diidentifikasi dengan adanya gejala-gejala yang umum terjadi, tergantung pada kondisi cedera yang dialami, di antaranya:

Gejala pada Tendinitis

Gejala paling umum yang muncul saat terjadi tendinitis adalah timbulnya rasa sakit pada bagian tubuh yang mengalami cedera. Tendinitis juga akan diperburuk oleh gerakan aktif tendon yang meradang. Selain itu, akan muncul peradangan yang ditandai dengan warna merah dan suhu hangat saat disentuh.

Gejala pada Bursitis

Gejala umum yang muncul saat seseorang mengalami bursitis adalah timbulnya rasa sakit, nyeri saat tekan, dan hilangnya kemampuan dalam melakukan gerakan pada bagian tubuh yang mengalami cedera. Selain itu, akan timbul bercak kemerahan, bengkak, dan perasaan “renyah” saat sendi berusaha untuk digerakkan.

Pengobatan Cedera Gerak Berulang

Gejala cedera gerak berulang memang dapat dikatakan hampir sama dengan cedera fisik lainnya. Akan tetapi, ada baiknya untuk segera mengubungi dokter jika Anda merasakan tanda-tanda, seperti:

  • Nyeri yang tidak tertahankan saat menggerakan bagian yang cedera
  • Nyeri yang membangunkan Anda saat tidur
  • Otot di area cedera terasa lemas
  • Kemerahan dan peningkatan suhu di atas bagian tubuh yang cedera
  • Ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas normal kehidupan sehari-hari (seperti menyikat gigi atau mandi)

Apabila dokter tidak menyatakan ada kondisi yang serius pada cedera Anda, biasanya Anda akan segera diizinkan untuk pulang dan melakukan perawatan cedera di rumah.

Perawatan Cedera di Rumah

Secara umum, perawatan di rumah untuk mengobati sendi yang nyeri atau bengkak akan membutuhkan beberapa tindakan seperti:

  1. Istirahat dari kegiatan fisik sehari-hari, khususnya dari gerakan-gerakan berulang yang berisiko memperparah cedera.
  2. Kompres bagian tubuh yang cedera dengan es untuk mengurangi bengkak dan meredakan rasa sakit.
  3. Gunakan perban untuk menghindari bengkak yang semakin parah.
  4. Angkat bagian tubuh yang terkena cedera agar aliran darah tetap lancar dan jaga bagian tubuh tersebut berada dalam kondisi istirahat tanpa beban menopang tubuh lain.

Itulah beberapa hal seputar cedera gerakan berulang yang perlu Anda pahami. Meskipun tidak terlalu berbahaya, ada baiknya untuk selalu menghindari risiko terjadinya cedera dengan selalu rutin melakukan peregangan tubuh dan relaksasi agar tidak ada bagian tubuh yang kaku dan kelelahan akibat gerakan berulang.

Have any Question or Comment?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *