Ini yang Perlu Diketahui Tentang Operasi Usus Buntu


Tidak semua kasus apendisitis atau radang usus buntu harus diatasi dengan operasi. Pada kasus-kasus yang masih dianggap ringan, dokter biasanya meresepkan penahan nyeri dan antibiotik terlebih dahulu, bila diketahui radang tersebut disebabkan oleh infeksi.

Akan tetapi mengatasi usus buntu hanya dengan pemberian antibiotik masih menjadi kontroversi. Itu sebabnya operasi usus buntu sering kali masih dijadikan pilihan utama untuk terapi radang usus buntu.

Memahami operasi usus buntu

Dalam istilah medis, operasi usus buntu disebut apendiktomi. Tujuan tindakan ini untuk mengangkat usus buntu yang terkena infeksi atau mengalami radang. Bagian tubuh yang disebut usus buntu atau apendiks ini terletak di bagian kanan bawah perut, menempel pada usus besar, dan berbentuk kantung tipis.

Fungsi usus buntu sendiri belum diketahui secara pasti. Ada yang menyatakan bahwa usus buntu membantu mempercepat pemulihan diare, pemulihan peradangan, serta pemulihan infeksi pada usus kecil dan usus besar. Akan tetapi, tubuh juga tetap dapat berfungsi normal bila usus buntu diangkat.

Hal ini sepertinya menjadi salah satu pertimbangan untuk mengangkat usus buntu yang bermasalah. Sebab bila usus buntu mengalami peradangan dan pembengkakan, kuman dapat berkembang dengan cepat, lalu terbentuk nanah. Orang yang mengalami ini akan merasa nyeri di sekitar pusar hingga perut kanan bawah.

Tak hanya itu, berjalan dan batuk saja dapat memperburuk kondisi. Belum lagi rasa mual, muntah, serta diare yang mungkin ditimbulkan oleh kondisi tersebut. Bila kondisi ini dibiarkan, usus buntu dapat pecah atau mengalami perforasi.

Jika sudah terjadi perforasi, kuman dan nanah dapat masuk ke dalam rongga perut. Maka, sebaiknya segera meminta pertolongan medis untuk mengatasi gangguan pada usus buntu.

Tanda-tanda Anda perlu meminta bantuan medis apabila telah muncul tanda atau gejala. Seperti telah disebutkan sebelumnya, akan timbul nyeri di sekitar pusar. Nyeri ini akan semakin parah seiring bertambahnya waktu. Dan akan berpindah ke area perut kanan bawah, lalu terpusat di sana.

Bila Anda mengalami radang usus buntu, Anda juga mungkin akan mengalami diare atau konstipasi, demam, mual dan muntah, serta nafsu makan menurun. Segeralah berkonsultasi dengan dokter bila gejala-gejala tersebut Anda alami.

Saat awal merasakan gejala dan berobat, Anda mungkin akan berkunjung ke dokter umum. Dokter akan melakukan pemeriksaan perut dan rektum. Serangkaian pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis juga mungkin dilakukan, seperti pemeriksaan darah, pemeriksaan urine, serta CT Scan atau USG.

Setelah dokter mengetahui secara pasti bahwa pasien mengalami radang usus buntu, biasanya dokter umum akan merujuk pasien ke dokter spesialis bedah. Nantinya, dokter bedah akan memutuskan apakah pasien perlu menjalani operasi usus buntu atau tidak.

Umumnya, operasi usus buntu akan dilakukan untuk menghindari terjadinya perforasi atau pecahnya usus buntu. Dan waktu yang tersedia relatif singkat. Usus buntu dapat pecah dalam waktu 48-72 dari munculnya gejala.

Operasi usus buntu sendiri dapat dilakukan dengan teknik bedah terbuka dan laparoskopi. Jika operasi dilakukan dengan teknik bedah terbuka, maka dokter akan membuat sayatan sepanjang 5-10 cm di perut kanan bawah. Usus buntu akan dikeluarkan melalui lubang sayatan tersebut.

Sedang pada teknik laparoskopi, dokter hanya akan membuat sayatan kecil, biasanya 1-3 sayatan. Lalu dokter akan memasukkan alat laparoskopi melalui salah satu sayatan kecil tersebut.

Ujung alat laparoskopi dilengkapi dengan kamera, sehingga dokter dapat melihat gambaran visual di dalam tubuh melalui layar. Gambar tersebut yang akan menjadi panduan bagi dokter dalam melakukan pengangkatan usus buntu.

Usus buntu yang sudah dipotong akan dikeluarkan melalui salah satu lubang sayatan lainnya. Teknik operasi usus buntu yang satu ini membuat pasien lebih nyaman sebab rasa nyeri dan bekas luka yang ditimbulkan lebih sedikit.

Have any Question or Comment?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *