Sakit Perut Setelah Makan? Ini Beberapa Kemungkinan Penyebabnya


GERD menjadi salah satu penyebab sakit perut setelah makan

Rasa tidak nyaman atau sakit perut setelah makan memiliki banyak penyebab. Apabila perut sakit perut setelah makan dan kemudian hilang dengan sendirinya, ini mungkin disebabkan karena makanan yang Anda konsumsi. Apabila seseorang memiliki gejala lain atau rasa tidak nyaman tersebut terus muncul meskipun sudah berganti diet, mungkin ada kondisi medis serius yang mendasarinya. Sakit perut dapat dicegah dengan makan makanan yang sehat dan seimbang seperti buah dan sayur. Tidak mengonsumsi makanan yang pedas, berlemak, dan mengurangi asupan gula dan kafein juga dapat membantu. 

Gejala dan penyebab

Ada banyak jenis sakit perut. Dan biasanya, kondisi ini ditemani dengan gejala-gejala lain seperti mual, diare, refluks asam, kembung, gas, kram perut, rasa kenyang tidak nyaman setelah makan, sakit di bagian atas perut, rasa sakit dan terbakar di lengan atau dada, dan muntah. Apabila Anda atau orang yang Anda kenal memiliki rasa sakit seperti ditusuk yang parah, hal ini mungkin berupa sebuah kondisi kegawatdaruratan medis. Konsultasikan dengan dokter untuk segera mendapatkan diagnosa dan perawatan yang tepat. Beberapa penyebab sakit perut setelah makan di antaranya adalah:

  • Alergi makanan

Alergi makanan terjadi ketika tubuh salah mengira beberapa jenis makanan tertentu sebagai zat asing berbahaya dan sistem kekebalan tubuh melepaskan antibodi untuk melawannya. Respon kekebalan tubuh inilah yang menyebabkan berbagai macam gejala, salah satunya adalah sakit perut setelah makan. Beberapa sumber alergi makanan di antaranya adalah susu, kedelai, ikan dan kerang, kacang, telur, dan gandum. 

  • Intoleransi makanan

Sensitivitas atau intoleransi makanan adalah sebuah kondisi ketika sistem pencernaan tubuh tidak cocok dengan makanan tertentu. Tidak ada respon sistem kekebalan tubuh dalam kasus ini. Apabila Anda memiliki intoleransi makanan, sistem pencernaan Anda menjadi iritasi akibat makanan dan tidak bisa mencernanya dengan baik. Banyak orang menderita intoleransi laktosa, yang berarti susu dan produk dairy lainnya dapat menyebabkan gejala seperti sakit perut. 

  • Penyakit celiac

Penyakit ini terjadi ketika tubuh memiliki respon sistem kekebalan tubuh terhadap gluten, sebuah protein yang ditemukan di gandum. Akibat paparan yang berulang, gluten dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan usus halus. Hal ini dapat menyebabkan gejala sakit perut setelah makan dan dapat mengakibatkan komplikasi serius lainnya. 

  • Penyakit refluks gastroesofagus (GERD)

Ini merupakan sebuah penyakit pencernaan kronis (jangka panjang) di mana asam lambung naik ke esofagus. Refluks asam ini mengiritasi lapisan esofagus dan dapat menyebabkan kerusakan. 

  • Sindrom iritasi usus

Sindrom iritasi usus merupakan kondisi kronis yang umum terjadi dan menyerang usus besar. Kondisi ini dapat menyebabkan sakit perut, keram, kembung, diare, konstipasi, dan gas. Sindrom iritasi usus biasanya membutuhkan perawatan jangka panjang. 

  • Penyakit Crohn

Penyakit Crohn merupakan sebuah penyakit radang usus kronis dan serius. Penyakit ini menyebabkan peradangan di beberapa bagian saluran pencernaan, yang dapat menyebabkan sakit parah, diare, kotoran berdarah, dan gejala-gejala lain. Ini merupakan sebuah kondisi yang sangat serius dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang dapat mengancam nyawa. 

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan sakit perut setelah makan. Kemungkinan besar ada masalah pada gangguan pencernaan umum ataupun penyakit maag yang dapat sembuh setelah makan obat-obatan OTC. Namun, apabila gejala tersebut terus muncul selama beberapa minggu, ada kemungkinan Anda memiliki sebuah kondisi medis kronis dan perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan, diagnosa, dan perawatan.

Have any Question or Comment?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *