Stenosis Pilorus, Penyakit Langka yang Menyerang Bayi


Stenosis pilorus merupakan suatu kondisi langka yang menyerang bayi baru lahir. Pada kondisi ini, katup antara lambung dengan usus kecil pada bayi mengalami penebalan dan penyempitan, membuat makanan lebih sulit untuk diarahkan ke usus. Terhalangnya aliran makanan tersebut bisa menyebabkan bayi muntah-muntah, dehidrasi, dan kehilangan berat badan.

stenosis pilorus

Mengenal stenosis pilorus pada bayi

Pilorus adalah katup yang terletak di antara lambung dan usus kecil. Katup ini merupakan pintu bagi makanan untuk bergerak keluar dari perut dan berlanjut ke proses pencernaan di usus.

Ketika pilorus mengalami penebalan, jalur keluar makanan akan mengalami penyempitan, sehingga aliran makanan menuju usus kecil pun terhambat. Kondisi inilah yang disebut dengan stenosis pilorus.

Tidak diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan otot pilorus mengalami penebalan. Umumnya, kondisi ini menyerang bayi dalam rentang usia dua sampai delapan minggu. Dalam beberapa kasus tertentu, kondisi ini mungkin baru akan muncul setelah bayi berusia enam bulan.

Diagnosa stenosis pilorus

Ketika bayi diduga mengalami stenosis pilorus, dokter akan melakukan langkah pertama berupa pemeriksaan fisik pada area perut. Terkadang, melalui pemeriksaan fisik dokter bisa mendeteksi apabila terdapat benjolan pada perut bayi yang merupakan efek dari otot pilorus yang menebal.

Namun, benjolan ini tidak selalu bisa dideteksi melalui pemeriksaan fisik. Untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, dokter mungkin akan menganjurkan untuk menjalani tes berupa:

  • Tes pencitraan dengan X-ray untuk melihat sistem pencernaan bayi
  • Tes USG untuk melihat kondisi pilorus dan mengonfirmasi adanya penebalan otot
  • Tes darah untuk memeriksa dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit

Biasanya, bayi yang menderita stenosis pilorus akan mengalami gejala muntah-muntah akut. Hal ini akan menyebabkan bayi mengalami dehidrasi dan kehilangan mineral yang penting bagi tubuh. Tes darah bisa membantu untuk membuktikan hal ini.

Upaya pengobatan mengatasi stenosis pilorus

Kondisi stenosis pilorus bukanlah kondisi yang bisa sembuh dengan sendirinya. Pengobatan yang paling umum dilakukan untuk kondisi ini adalah operasi. Sebelum operasi dimulai, bayi yang mengalami dehidrasi perlu terlebih dahulu menjalani perawatan di rumah sakit selama beberapa waktu.

Bayi akan menjalani operasi yang disebut piloromiotomi. Operasi ini dilakukan oleh ahli bedah dengan memotong lapisan luar otot pilorus yang menebal, memungkinkan lapisan bagian dalam untuk menonjol keluar. Hal ini akan membantu untuk melebarkan saluran bagi makanan dari lambung menuju usus kecil.

Operasi piloromiotomi merupakan salah satu jenis teknik bedah invasif minimal dengan prosedur laparoskopi. Pada prosedur ini, dokter akan memasukkan sebuah alat khusus dengan diameter kecil melalui sayatan kecil pada kulit. Alat ini akan memperlihatkan kondisi bagian dalam tubuh sang bayi.

Prosedur laparoskopi meninggalkan bekas luka yang kecil dan membutuhkan waktu pemulihan yang lebih singkat. Umumnya, operasi ini akan memakan waktu kurang dari satu jam. Setelahnya, bayi dianjurkan untuk menjalani rawat inap di rumah sakit dalam waktu 24 sampai 36 jam setelah operasi.

Pasca operasi, bayi mungkin masih akan mengalami muntah-muntah selama beberapa hari. Kondisi ini merupakan hal yang wajar. Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi bayi akan berangsur-angsur membaik dan bisa memproses makanan dengan lebih sempurna. Selain itu, orang tua juga perlu memastikan untuk memberi makan sang bayi dengan teratur. Saat bayi mengalami stenosis pilorus, bayi akan mengalami kekurangan nutrisi dan hidrasi. Oleh sebab itu, penting bagi orang tua untuk segera mengonsultasikan kondisi bayi pada dokter ketika merasakan adanya gejala stenosis pilorus.

Have any Question or Comment?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *